Minggu, 23 Agustus 2026

Laptop Setipis Ini, Kok Bisa Se-‘Gahar’ Itu? Kenalan dengan ASUS ExpertBook Ultra

Laptop Setipis Ini, Kok Bisa Se-‘Gahar’ Itu? Kenalan dengan ASUS ExpertBook Ultra

Tianlustiana.com - Sebagai seorang blogger, konten kreator dan juga digital marketing, adalah pekerjaan yang tidak bisa menetap disatu tempat, selalu mobile, tidak selalu work from office namun juga work from anywhere

Pagi dimulai dengan buka email, menyusun content plan, diskusi dengan tim atau dengan KOL. Sore nya bisa saja berpindah ke acara atau ada meeting dadakan untuk event tertentu dengan klien. Kemana - mana. laptop harus selalu dibawa. Kadang malampun harus tetap membuka dashboard, menyelesaikan artikel blog atau menyiapkan strategi untuk brand yang saya handle. 




Kadang, saya bekerja dari rumah, kadang harus ke kantor, tidak jarang pula saya bekerja di cafe. Pokoknya kemanapun saya harus tetap membaca laptop, even ketika liburan keluar kota. Karena buat saya, laptop itu bukan sekedar perangkat namun ruang kerja yang harus selalu ikut bersama.

Beberapa hari lalu, saya mendapatkan kesempatan untuk kenalan lebih dekat dengan salah satu produk ASUS BUSSINES, ASUS ExpertBook Ultra bersama teman-teman Blogger Bandung. Dan ini membuka wawasan saya bahwa memang kebutuhan terhadap laptop profesional sekarang sudah berubah cukup jauh. 




Bukan hanya mencari laptop yang kencang, namun juga butuh perangkat yang ringan untuk dibawa, nyaman digunakan berjam-jam, powerful untuk multitasking, keamanan yang mumpuni, tahan terhadap mobilitas sehari-hari yang lumayan tinggi sekaligus harus siap menghadapi cara kerja terbaru dengan teknologi AI.

Semua kebutuhan itu sudah dijawa oleh ASUS, melalui satu perangkat ini : Asus ExpertBook Ultra. Laptop bisnis premium yang memiliki tagline "The Flagship of the Industry. Period" , kalimat singkat dan membuat saya makin penasaran. 


Memangnya seberapa "ultra" laptop ini? 

Mengenal ASUS ExpertBook Ultra, Laptop Bisnis Dirancang untuk Cara Kerja Masa Kini

ASUS ExpertBook Ultra adalah laptop bisnis flagship yang memang dirancang khusus untuk para profesional, eksekutif, pebisnis dan juga pekerja  dengan mobilitas tinggi. Jadi, bukan hanya andalkan desain premium namun ASUS bekali ExpertBook Ultra ini dengan kombinasi performa, AI, keamanan enterprise, layar berkualitas tinggi dan bodi yang sangat ringan. 

Yang menarik, laptop ini juga hadir sebagai Copilot+ PC didukung oleh prosesor hingga Intel® Core™ Ultra X9 Series 3 dan NPU hingga 50 TOPS untuk pemrosesan AI. ASUS juga menyediakan konfigurasi memori hingga 64 GB LPDDR5x dan penyimpanan PCIe® 5.0 hingga 2 TB. 



Untuk saya yang sehari-hari terbiasa buka banyak aplikasi sekaligus, spesifikasi ini relevan banget. Coba deh bayangin aja, sehari kerja dengan belasan tab terbuka, belum lagi canva, googgle meet, file excel yang terbuka, edit powerpoint dan whatsapp web. Belum lagi aplikasi editing, dashboard sosial media dan tools AI yang zaman now itu sudah menjadi bagian dari pekerjaan sehari-hari. 

Ya, memang dunia digital  seperti itu, jarang sekali melakukan satu pekerjaan dalam satu waktu, dan ASUS ExpertBook Ultra ini memang dirancang untuk menghadapi kondisi seperti ini.


Pandangan pertama: Tipis, Ringan, Namun Kokoh

Yang pertama membuat saya jatuh hati adalah desainnya, bodi premium yang berbahan  aerospace-grade magnesium-aluminium alloy, diproses menggunakan CNC. Bobotnya saja sangat ringan, mulai 0,99kg dengan ketebalan 10,9mm. Kurang dari sekilo ya gaes. 

Cocok banget kan untuk saya yang suka work from anywhere, bawa-bawa laptop kemanapun. 

Ada kamera, charger, notebook, power bank, perlengkapan pribadi, dan berbagai kebutuhan lainnya. Jadi, ketika laptop bisa tetap ringan tanpa terasa mengorbankan performa, itu tentu menjadi nilai tambah yang besar.


ASUS juga menggunakan Nano Ceramic Technology pada bagian bodi untuk membantu meningkatkan ketahanan terhadap goresan dan noda. Bahkan ASUS menyebut tingkat kekerasan permukaannya mencapai 9H. 

Yang saya suka dari konsep desain seperti ini adalah keseimbangannya.

Ringan, iya.

Tipis, iya.

Tapi tetap dirancang untuk penggunaan profesional dan mobilitas tinggi.

Bukan tipe laptop yang membuat kita merasa harus terlalu “khawatir” setiap kali memasukkannya ke dalam tas.




Saat Laptop Seberat 1 Kilogram Harus Menghadapi Beban 100 Kilogram

Nah, ini mungkin menjadi salah satu bagian yang paling membuat saya dan teman-teman Blogger Bandung terkesan.

Dalam sesi pengenalan dan pengujian ASUS ExpertBook Ultra di Bandung, laptop ini diperlihatkan mampu menghadapi pengujian ketahanan, termasuk tekanan hingga 100 kilogram.

Membayangkan laptop tipis dan ringan diberi beban seberat itu tentu membuat refleks saya berpikir, “Serius ini aman?”

Namun justru di situlah pesan yang ingin disampaikan ASUS.

Laptop dengan mobilitas tinggi tidak hanya harus ringan.

Ia juga harus siap menghadapi berbagai risiko penggunaan sehari-hari.


Mulai dari tertekan barang di dalam tas, terbentur perlengkapan lain, terkena gesekan, hingga digunakan dalam berbagai kondisi kerja.

ASUS ExpertBook Ultra juga dirancang memenuhi standar ketahanan MIL-STD 810H, sebuah standar pengujian yang digunakan untuk mengevaluasi ketahanan perangkat dalam berbagai kondisi. 

Tentu bukan berarti kita bebas memperlakukan laptop sesuka hati.

Tetapi setidaknya, ada rasa percaya diri lebih ketika membawa perangkat kerja yang memang dibangun untuk mobilitas.




Performa ASUS ExpertBook Ultra: Ketika Multitasking Bukan Lagi Masalah

Sebagai seseorang yang bekerja di dunia digital marketing, saya cukup memahami bahwa performa laptop sangat memengaruhi ritme kerja.

Laptop yang lambat bisa mengubah pekerjaan lima menit menjadi tiga puluh menit.

Aplikasi yang tiba-tiba tidak responsif bisa mengganggu fokus.

Dan ketika sedang berpacu dengan deadline, hal-hal kecil seperti itu bisa terasa sangat menyebalkan.

ASUS ExpertBook Ultra dibekali pilihan prosesor hingga Intel® Core™ Ultra X9 Processor 388H, dengan konfigurasi lain yang mencakup Intel Core Ultra X7, Ultra 7, hingga Ultra 5.

Yang membuatnya semakin menarik adalah kehadiran NPU atau Neural Processing Unit dengan kemampuan hingga 50 TOPS.

NPU merupakan bagian khusus yang dirancang untuk menangani beban kerja berbasis AI secara lebih efisien.


ASUS menyebut total kemampuan platform AI-nya dapat mencapai hingga 180 TOPS, tergantung konfigurasi. 

Buat orang yang mungkin belum terlalu familiar dengan istilah TOPS, sederhananya begini.

Semakin berkembangnya teknologi AI, semakin banyak pekerjaan yang kini dapat dibantu oleh kecerdasan buatan.

Mulai dari:

  • transkripsi rapat,

  • penerjemahan,

  • optimasi video dan kamera,

  • pencarian informasi,

  • pembuatan konten,

  • pengolahan dokumen,

  • hingga berbagai fitur AI yang dapat berjalan langsung di perangkat.Dengan adanya NPU khusus, sebagian pekerjaan AI dapat diproses dengan lebih efisien tanpa selalu membebani CPU utama.


Bagi saya pribadi, ini cukup menarik karena AI sekarang sudah bukan lagi sekadar tren.

AI perlahan menjadi rekan kerja digital.

Bukan untuk menggantikan manusia, tetapi membantu kita bekerja lebih cepat.


ASUS ExpertBook Ultra dan Era AI untuk Produktivitas

Sebagai digital marketer, saya sendiri melihat perubahan cara kerja yang cukup besar dalam beberapa tahun terakhir.

Dulu mungkin kita membutuhkan waktu cukup lama untuk melakukan brainstorming, membuat rangkuman meeting, mencari insight, atau menyusun struktur presentasi.

Sekarang AI bisa membantu mempercepat beberapa proses tersebut.

Tetapi tentu saja, hasil akhirnya tetap membutuhkan manusia.

Tetap membutuhkan strategi.

Tetap membutuhkan kreativitas.

Tetap membutuhkan pemahaman terhadap audiens.

Karena itu, saya lebih suka melihat AI sebagai teammate, bukan pengganti.

ASUS ExpertBook Ultra membawa sejumlah fitur dan ekosistem AI untuk mendukung kebutuhan kerja profesional.

Salah satunya adalah ASUS AI ExpertMeet, yang dapat membantu kebutuhan meeting seperti transkripsi, penerjemahan, dan optimasi kamera.


Ada juga ASUS MyExpert yang mengintegrasikan sejumlah kebutuhan berbasis AI untuk mendukung alur kerja dan produktivitas profesional.

Untuk pengguna yang sehari-hari menghadapi meeting cukup banyak, fitur seperti ini terasa relevan.

Bayangkan ketika sedang mengikuti meeting panjang.

Biasanya kita harus memilih antara benar-benar fokus mendengarkan atau sibuk mengetik catatan.

Dengan bantuan teknologi transkripsi dan AI, proses pencatatan bisa menjadi lebih praktis sehingga kita dapat lebih fokus pada percakapan.

Tentu saja, hasil AI tetap perlu dicek kembali.

Tetapi sebagai alat bantu, teknologi seperti ini bisa menghemat cukup banyak waktu.


Performa 50W dalam Bodi yang Sangat Tipis

Hal menarik lainnya dari ASUS ExpertBook Ultra adalah kemampuan performanya yang didukung sistem pendingin ASUS ExpertCool Pro.

ASUS menyebut sistem pendingin dual-fan ini mendukung performa hingga 50W TDP.

Ini cukup menarik karena biasanya, semakin tinggi performa sebuah perangkat, semakin besar pula tantangan dalam mengelola suhu.

ASUS mencoba menjawabnya dengan sistem pendinginan yang tetap mempertahankan bentuk laptop yang tipis.


Sistem ExpertCool Pro dirancang dengan kipas ganda untuk menjaga performa perangkat ketika menjalankan pekerjaan berat. 


Buat saya, ini relevan untuk aktivitas seperti:

  • membuka banyak aplikasi sekaligus,

  • mengolah file besar,

  • membuat presentasi,

  • editing konten,

  • menjalankan tools berbasis AI,

  • melakukan video conference,

  • hingga berpindah dari satu pekerjaan ke pekerjaan lain tanpa harus menunggu terlalu lama.

Karena produktivitas sebenarnya bukan hanya soal seberapa cepat kita bekerja.

Tetapi juga seberapa sedikit gangguan yang kita alami selama bekerja.


RAM hingga 64 GB dan SSD PCIe 5.0: Siap untuk Pekerjaan Berat

ASUS ExpertBook Ultra mendukung RAM hingga 64 GB LPDDR5x.

Sementara untuk penyimpanan, tersedia SSD M.2 PCIe® 5.0 hingga 2 TB.

Untuk pengguna biasa mungkin spesifikasi sebesar ini terasa berlebihan.

Tetapi untuk profesional dengan kebutuhan multitasking tinggi, kapasitas tersebut tentu memiliki manfaat tersendiri.


Apalagi pekerjaan sekarang semakin berat.

File video semakin besar.

Data semakin banyak.

Aplikasi semakin kompleks.

Dan jumlah tools yang digunakan juga semakin bertambah.

Dukungan PCIe 5.0 juga memberikan potensi kecepatan transfer dan akses data yang lebih tinggi dibanding generasi sebelumnya.

Bagi kreator konten, marketer, maupun profesional yang sering berhadapan dengan file besar, hal seperti ini bisa sangat membantu.


Layar Tandem OLED 3K yang Bukan Sekadar Memanjakan Mata

Jujur, saya termasuk orang yang cukup lama menatap layar setiap hari.

Menulis artikel.

Membuat konten.

Mengecek media sosial.

Mengedit visual.

Membaca laporan campaign.

Dan tentu saja, kadang pekerjaan belum selesai meskipun mata sudah mulai lelah.

Karena itu, kualitas layar menjadi salah satu hal yang menurut saya penting.


ASUS ExpertBook Ultra hadir dengan layar hingga 14 inci 3K Tandem OLED, resolusi 2880 x 1800 dengan rasio 16:10.

Layarnya mendukung refresh rate hingga 120Hz, 100% DCI-P3, serta tingkat kecerahan HDR hingga 1400 nits pada konfigurasi Tandem OLED.

Yang menarik adalah penggunaan teknologi Tandem OLED.

Secara sederhana, teknologi ini menggunakan struktur OLED berlapis untuk membantu menghasilkan tingkat kecerahan yang tinggi dan efisiensi yang lebih baik.


Untuk kebutuhan kerja, layar seperti ini terasa bermanfaat ketika:

  • membuat materi visual,

  • mengedit foto dan video,

  • melihat presentasi,

  • membaca dokumen,

  • hingga bekerja di lingkungan dengan pencahayaan cukup terang.

Selain itu, ASUS juga menggunakan Corning® Gorilla® Matte Display dan Gorilla Glass Victus pada konfigurasi tertentu.

Lapisan matte membantu mengurangi pantulan cahaya sehingga layar lebih nyaman digunakan di berbagai kondisi pencahayaan.

Buat saya yang kadang bekerja dari coffee shop dengan posisi duduk yang tidak selalu ideal, layar anti-glare seperti ini jelas terasa berguna.


Bekerja Lebih Nyaman dengan Keyboard 1,5 mm dan Haptic Touchpad

Sering menulis artikel panjang membuat saya cukup sensitif dengan kenyamanan keyboard.

Keyboard yang terlalu dangkal biasanya membuat tangan lebih cepat lelah.

ASUS ExpertBook Ultra menggunakan keyboard full-size dengan key travel 1,5 mm.

Angka ini mungkin terlihat kecil, tetapi bagi orang yang mengetik berjam-jam, pengalaman mengetik bisa terasa berbeda.

Keyboard-nya juga memiliki fitur backlit dan dirancang tahan terhadap tumpahan cairan.

Sementara untuk touchpad, ASUS menggunakan 110 cm² edge-to-edge glass haptic touchpad.

Haptic touchpad memberikan respons melalui teknologi haptic, bukan sekadar mekanisme klik konvensional.

Hasilnya, pengalaman navigasi terasa lebih modern, responsif, dan senyap.

Buat pekerjaan yang membutuhkan banyak perpindahan antar aplikasi, slide, atau dokumen, kenyamanan kecil seperti ini ternyata cukup terasa.


Audio Enam Speaker untuk Meeting dan Presentasi yang Lebih Imersif

ASUS ExpertBook Ultra juga dibekali sistem enam speaker dengan dukungan Dolby Atmos.

Bagi laptop bisnis, kualitas audio sering kali tidak menjadi hal pertama yang dibicarakan.

Padahal, coba hitung berapa kali dalam seminggu kita mengikuti video conference.

Meeting online.

Webinar.

Presentasi.

Menonton video referensi.

Mendengarkan rekaman.

Kualitas audio yang lebih baik tentu bisa meningkatkan pengalaman penggunaan secara keseluruhan.

ASUS menghadirkan konfigurasi speaker yang dirancang untuk menghasilkan suara lebih kaya dan imersif dibandingkan konfigurasi laptop standar. 


Baterai 70Wh, untuk Mereka yang Tidak Selalu Duduk Dekat Colokan

Mobilitas tinggi punya satu masalah klasik.

Mencari colokan.

Saya yakin banyak yang pernah mengalami situasi ini.

Datang ke coffee shop.

Cari meja.

Sudah nyaman.

Sudah buka laptop.

Lalu baru sadar, baterai tinggal 20 persen.

ASUS ExpertBook Ultra dibekali baterai 70Wh dan mendukung teknologi pengisian cepat.

Klaim daya tahan baterai tentu dapat berbeda tergantung konfigurasi, aplikasi yang digunakan, tingkat kecerahan layar, konektivitas, serta pola penggunaan.

Tetapi kapasitas baterai yang besar jelas menjadi bagian penting dari konsep laptop ini sebagai perangkat untuk mobilitas profesional. 

Bagi saya, laptop yang baik seharusnya memberi kebebasan.

Bukan membuat kita terus mencari sumber listrik.


Port Lengkap, Tidak Harus Selalu Bergantung pada Dongle

Salah satu hal yang cukup menyenangkan dari ASUS ExpertBook Ultra adalah pilihan port yang cukup lengkap.

Laptop ini memiliki:

  • 2x Thunderbolt™ 4,

  • USB-A 3.2 Gen 2,

  • HDMI 2.1,

  • audio combo jack.

Jadi, untuk kebutuhan presentasi atau menghubungkan perangkat tambahan, pengguna tidak selalu harus membawa banyak dongle.

Ini terlihat sederhana, tetapi bagi orang yang sering menghadiri meeting atau presentasi di berbagai tempat, ketersediaan port bisa sangat membantu.

ASUS ExpertBook Ultra juga mendukung Wi-Fi 7 dan Bluetooth® 6.0 pada konfigurasi yang tersedia.

Konektivitas cepat tentu menjadi bagian penting dari cara kerja modern yang sangat bergantung pada cloud, video conference, dan kolaborasi online.


Keamanan ASUS ExpertBook Ultra: Karena Data adalah Aset

Sebagai digital marketer, saya cukup sering berhadapan dengan berbagai data.

Data campaign.

Akses akun media sosial.

Materi strategi.

Dokumen klien.

Data performa.

File presentasi.

Dan saya rasa, hampir semua profesional juga memiliki data yang tidak seharusnya jatuh ke tangan orang lain.

Karena itulah, laptop bisnis tidak cukup hanya menawarkan performa.

Keamanan menjadi kebutuhan.

ASUS ExpertBook Ultra membawa sistem keamanan enterprise melalui ASUS ExpertGuardian dengan perlindungan yang mencakup level perangkat keras, firmware, dan sistem.

ASUS juga menyebut perangkat ini memenuhi standar keamanan NIST SP 800-193 untuk ketahanan dan perlindungan platform firmware.

Tergantung konfigurasi, penyimpanan juga mendukung teknologi keamanan seperti OPAL 2.0 Self-Encrypting Drive.

Buat pengguna enterprise dan profesional, perlindungan seperti ini penting untuk membantu menjaga data sensitif.

Karena kehilangan laptop memang menyebalkan.

Tetapi kehilangan data di dalam laptop bisa menjadi masalah yang jauh lebih besar.


ASUS ExpertBook Ultra Cocok untuk Siapa?

Menurut saya, ASUS ExpertBook Ultra bukan laptop yang ditujukan untuk semua orang.

Ini adalah laptop premium dengan positioning yang sangat jelas.

Laptop ini cocok untuk:

1. Profesional dan Eksekutif

Terutama mereka yang membutuhkan perangkat ringan, powerful, aman, dan mudah dibawa ke berbagai tempat.

2. Pebisnis dengan Mobilitas Tinggi

Untuk mereka yang sering berpindah dari satu meeting ke meeting lain, melakukan perjalanan bisnis, atau bekerja dari berbagai lokasi.

3. Digital Marketer

Karena pekerjaan digital marketing biasanya membutuhkan multitasking tinggi, penggunaan banyak tools, analisis data, meeting online, dan pembuatan presentasi.

4. Content Creator Profesional

Layar 3K OLED, performa tinggi, AI, kapasitas RAM besar, dan penyimpanan cepat bisa menjadi kombinasi menarik untuk kebutuhan kreatif.

5. Perusahaan dan Enterprise

Terutama karena dukungan Windows 11 Pro, fitur keamanan tingkat enterprise, serta fokus ASUS terhadap pengelolaan dan perlindungan perangkat bisnis.


Harga ASUS ExpertBook Ultra di Indonesia

Untuk pasar Indonesia, ASUS menampilkan harga mulai sekitar Rp34.999.000 pada halaman resminya saat artikel ini ditulis. Harga dan konfigurasi tentu dapat berubah tergantung model serta penawaran yang tersedia.

Bagi sebagian orang, angka tersebut tentu bukan harga yang kecil.

Tetapi ketika melihat positioning produk ini, ASUS ExpertBook Ultra memang tidak bermain di kelas laptop biasa.

Ini adalah perangkat yang ditujukan bagi pengguna yang melihat laptop sebagai investasi produktivitas.

Karena terkadang, harga sebuah perangkat bukan hanya dihitung dari spesifikasi.

Tetapi juga dari berapa banyak pekerjaan yang dapat kita lakukan dengannya.

Berapa banyak waktu yang bisa dihemat.

Seberapa nyaman perangkat tersebut digunakan setiap hari.

Dan seberapa besar rasa aman yang diberikan ketika kita membawa pekerjaan ke mana-mana.


Kesimpulan: Laptop untuk Mereka yang Tidak Mau Berkompromi

Setelah melihat dan mengenal lebih jauh ASUS ExpertBook Ultra, saya bisa memahami kenapa ASUS cukup percaya diri menyebut laptop ini sebagai “The Flagship of the Industry. Period.”

Karena ASUS tidak hanya mencoba membuat laptop yang tipis.

Tidak hanya membuat laptop yang ringan.

Tidak hanya memasukkan spesifikasi tinggi.

Tetapi mencoba menggabungkan semuanya dalam satu perangkat.

Ringan, tetapi tangguh.
Tipis, tetapi powerful.
Canggih, tetapi tetap fokus pada produktivitas.
Pintar dengan AI, tetapi juga serius dalam hal keamanan.


Sebagai blogger, content creator, dan digital marketer, saya melihat perubahan cara kerja yang semakin cepat.

Kita bekerja dari mana saja.

Menggunakan semakin banyak aplikasi.

Berhadapan dengan data yang semakin besar.

Dan kini mulai bekerja berdampingan dengan AI.

Karena itu, perangkat kerja juga harus ikut berkembang.

ASUS ExpertBook Ultra hadir bukan hanya sebagai laptop untuk membuka dokumen atau membuat presentasi.


Lebih dari itu, laptop ini seperti ingin menjadi partner kerja bagi orang-orang yang selalu bergerak, selalu menciptakan, dan tidak ingin produktivitasnya berhenti hanya karena keterbatasan perangkat.

Dan mungkin, itu alasan paling sederhana kenapa nama Ultra terasa cukup tepat.

Karena di tengah dunia kerja yang semakin kompleks, terkadang kita memang membutuhkan perangkat yang tidak meminta kita memilih antara performa atau mobilitas.

Kita ingin keduanya.

Dan ASUS ExpertBook Ultra mencoba menghadirkan keduanya dalam satu laptop.

Untuk informasi spesifikasi dan ketersediaan terbaru, kamu bisa melihat halaman resmi


Bagaimana menurut kamu? Kalau punya laptop sepowerful ini, pekerjaan apa yang paling ingin kamu selesaikan lebih cepat?


Sampai jumpa pada postingan selanjutnya,


Tian Lustiana 

Senin, 10 Agustus 2026

Mata SEpet, PErih, LElah di Detik-Detik Presentasi di Depan BOD

Mata SEpet, PErih, LElah di Detik-Detik Presentasi di Depan BOD

Tianlustiana.com - Setelah lebih dari 2tahun saya menggeluti dunia baru, Dunia Digital Marketing, yang sebelumnya basic akademis saya akunting dan pekerjaan sebelumnya pun seputar dunia akuntansi dan biaya. Agak kaget sih awalnya memasuki dunia digital yang serba dar der dor, meski sebelumnya saya blogger dan influencer yang menggeluti bidang serupa, tapi kerasa bedanya. Sekarang saya berada di pihak brand yang mana harus benar- benar mengikuti gerak cepatnya dunia digital ini. 



Alhamdulillah proses belajar dan memahami berjalan lancar, Allah beri saya kemudahan dan kelancaran. Karir dalam dunia digital marketing ini alhamdulillah baik, bahkan saya tidak hanya handle satu brand, tapi ada beberapa brand. Alhamdulillah, selalu berucap syukur, di usia yang tidak muda lagi ini, masih bisa berkarya. 

Namun, ada momen dalam berproses. Ada yang harus berjalan dengan lancar, nggak boleh dirusak dengan apapun. Adalah ketika presentasi strategi atau monthly report langsung di jajaran Board of Directors. Momen ini merupakan momen penting untuk saya, untuk memperlihatkan kinerja saya dan rencana ke depannya yang akan dilakukan saya dan tim. Karena undangan untuk presentasi langsung di depan BOD itu bukan kesempatan yang datang setiap bulan. 

Saya siapkan semua deck, melakukan riset kompetitor sampai semua draft campaign dan banyak revisi materi diselesaikan, tentunya saya selalu cek jangan sampai ada kesalahan, kalau dihitung mungkin ada puluhan kali saya cek. Seminggu menuju hari presentasi, hampir setiap malam saya begadang, menyelesaikan laporan dan riset untuk memastikan setiap slide, data dan copy campaign benar - benar matang. 

Hingga hari H ini tiba, my big day. Saya datang lebih awal, biasanya pukul 08:00 namun pagi itu pukul 06:30 sudah di kantor, memastikan setiap detail layar deck sempurna. Semua dibaca dan dikaji ulang, sampai latihan presentasi. Namun, sial tidak ada dalam kalender, betul? mata indah ini yang seharusnya menjadi aktor utama malah membuat drama. 



Mata mulai protes di tengah momen penting

Dua jam sebelum meeting dengan BOD dimulai, ketika sibuk cek ulang semua slide dan data di laptop eh mata tiba - tiba SEpet. Saya kita karena semalam begadang, kurang tidur saja. Namun semakin lama kok semakin PErih, apalagi dari tadi nggak berhenti menatap deck presentasi di layar demi memastikan tidak ada typo dan kesalahan lainnya, plus ditambah AC ruangan yang dingin membuat mata kering dan makin LElah. Nampak SePeLe sih, tapi masalahnya saya mau presentasi di depan BOD, masa iya mata drama gini.

Akhirnya saya pejamkan mata beberapa menit dan berharap hanya sebentar, nanti juga akan hilang dengan sendirinya. Namun ternyata ini bukan gejala mata SePeLe yang bisa saya abaikan begitu saja, ini tidak bisa dianggap remeh apalagi menjelang momen sepenting ini. 

Ketika gejala mata kering hampir merusak momen spesial 

Beberapa jam lagi para BOD akan hadir dan saya mendapatkan jadwal pertama yang harus presentasi, duh ini mata makin buram pula. Saya langsung panik. Bayangin saja, saya akan presentasi di depan orang - orang penting, yang akan menentukan masa depan karir, semua laporan ini sudah saya siapkan jauh - jauh hari, masa pas presentasi saya ngucek mata terus, kan bisa ambyar semua fokus saya. 

Waktunya tiba, saya harus presentasi dengan drama mata ini. Saya sudah berdiri didepan jajaran BOD yang duduk melingkar, tenggorokan terasa tercekat, mata pun SEpet, PErih dan LElah. Bismillah dalam hati saya harus bisa melawan drama mata ini, meski pandangan buram sesaat namun presentasi harus tetap berlangsung. Saya membaca presentasi dengan memicingkan mata, karena pandangan terasa kabur dan tidak fokus, rasanya campur aduk banget, kesal, panik dan takut kehilangan momentum ini. 

Alhamdulillah, Allah masih mudahkan. Saya masih bisa menahan drama mata SEpet, PErih dan LElah ini dan bisa melanjutkan presentasi dengan mata yang perih dan berat ini. Saya yakin para BOD ini tahu bahwa mata ini sedang drama, namun mereka profesional dan memberikan saya kesempatan untuk presentasi, mereka suka dengan campaign dan ide saya untuk ke depannya, alhamdulillah.

Namun pengalaman ini menjadi pelajaran berharga untuk saya, gejala mata SEpet, PErih, LElah ini jangan dianggap sepele, jangan sampai masalah yang dianggap sepele ini menghancurkan momen terpenting. 

So, here's beberapa tips dari saya buat teman-teman semuanya untuk mengatasi mata kering di momen pentingmu. 

Dari pengalaman ini, saya pun jadi belajar beberapa hal penting menjaga kesehatan mata, terutama buat kita para perempuan yang berkecimpung di dunia digital yang nggak jauh - jauh dari layar laptop dan gadget. 

  • Sesekali istirahatkan mata. Gunakan metide 20-20-20, setiap 20menit alihkan pandangan ke jarak 20 kaki selama 20 menit, bahkan di sela - sela sepenting apapun itu. Harus meluangkan waktu ini. 
  • Perbanyak mengedipkan mata secara sadar, karena ketika fokus menatap layar laptop kita tuh cenderung jarang berkedip. 
  • Hindari paparan AC langsung ke wajah, terutama saat duduk lama di ruang kerja atau ruang meeting, karena udara yang kering bisa membuat gejala mata kering makin parah.
  • Selalu sedia solusi cepat untuk redakan gejala mata kering, terutama di momen darurat seperti yang saya alami ini. 
Untuk poin yang terakhir, itu saya temukan setelah saya berkali - kali mengalami drama mata kering. Jadinya lebih concern soal kesehatan mata dan mulai mencari solusi yang benar - benar bisa saya andalkan. 



Akhirnya, menemukan Insto Dry Eyes..

Setelah prahara mata ketika meeting bareng BOD, saya langsung searching solusi cepat redakan gejala mata kering, mbah Google merekomendasikan beberapa artikel yang menyarankan untuk mencoba Insto Dry Eyes. karena formulanya memang dirancang khusus untuk redakan gejala mata kering seperti SEpet, PErih, LElah karena paparan layar laptop atau udara kering, yang mana dua hal itu adalah sobat karibku. 



Langsung deh mampir Indomaret deket rumah dan beli Insto Dry Eyes dua, satu saya simpan di tas dan satu lagi saya simpan di rumah. Karena saya sebagai digital marketing, blogger dan influencer juga jadi hampir 15 jam berkutat dengan laptop dan ponsel. 




Gimana pas pertama menggunakan Insto Dry Eyes? 
SEGAR.
Yes, rasanya langsung caang alias terang semua dunia ini, ketika Insto Dry Eyes ini diteteskan. Rasanya sekarang saya lebih siap untuk membuat laporan lagi deh, hehe kalau drama lagi ini mata langsung tetesin Insto Dry Eyes saja dan gejalanya perlahan mereda. 

So, buat teman - teman yang juga memiliki rutinitas serupa dengan saya, jangan sampai gejala mata SePeLe ini ganggu momen paling berhargamu, kenali gejalanya sejak dini dan pastikan ada solusi tercepat untuk meredakannya, yaitu selalu sedia Insto Dry Eyes. 

Percaya deh, momen yang sudah lama dinantikan dan diperjuangkan itu sangat berharga untuk terganggu hanya karena kita menyepelekan Gejala Mata Kering. Maka dari itu, mari mulai lebih peduli lagi pada kesehatan mata, karena Mata SePeLe jangan Disepelein!

Mau tahu lebih lanjut tentang produk andalan saya ini? Langsung saja cek di INSTO DRY EYES saja yah. 

#InstoDryEyes #BebasMataKering #MataSePeLeJanganSepelein


Sampai Jumpa Pada Postingan Berikutnya,



See you dan tetap jaga kesehatan mata... 

Minggu, 02 Agustus 2026

Resolusi Tengah Tahun: Apa yang Sudah Tercapai di 2026?

Resolusi Tengah Tahun: Apa yang Sudah Tercapai di 2026?

Tianlustiana.com - Waktu memang sangat cepat sekali berlalu. Tiba-tiba, tengah tahun saja, masuk bulan Agustus 2026. Padahal rasanya baru kemarin deh awal tahun. Tengah tahun gini, biasanya saya buka jurnal, duduk menghela napas, kemudian membaca kembali apa yang sudah dilalui selama 6 bulan, dan mempertanyakan pada diri sendiri, "Gimana kabarnya nih, sudah 6 bulan berlalu?"




Jawabannya apa coba?

Helaan napas dan senyum-senyum sendiri. Meski 6 bulan tidak mudah, ternyata bisa dilewati. Setiap rencana ada yang perlahan sudah berjalan dan masih banyak yang jauh dari harapan. Namanya juga hidup, Tidak semua yang saya tulis, tidak semua yang saya harapkan bisa berjalan dengan baik. Namun, saya pribadi termasuk orang yang selalu merayakan setiap jengkal proses yang dilalui. 

Kenapa evaluasi tengah tahun?

Resolusi awal tahun kayaknya udah mainstream deh, kadang suka dilupakan begitu saja, dan tiba-tiba akhir tahun menyesal karena banyak yang belum tercapai. Buat saya sih, evaluasi akhir tahun itu cukup penting, ibaratnya, jika sedang dalam perjalanan jarak jauh, di tengah perjalanan kita make sure lagi bahwa jalan ini on track, kita ga salah arah dan jadi tahu posisi sekarang sedang berada di mana.

Bulan Agustus ini seperti rest area, berhenti sejenak, cek bensin, cek arah, lanjutkan hidup kembali. Jika ada yang tidak sesuai rencana, masih ada waktu untuk memperbaiki. Jika sudah ada yang tercapai, alhamdulillah, harus selalu disyukuri dan dirayakan, sekecil apa pun itu. 



Resolusi awal tahun 2026 sudah sampai mana ya?

Kebiasaan saya menulis resolusi sederhana dan menuliskannya di awal tahun. Tentang kesehatan, ingin lebih sehat saja, apalagi saya sebagai pengidap autoimun, jadi pengen lebih teratur pola hidup dan istirahat yang cukup. Alhamdulillah, sekarang sudah ada progres: yang awalnya minum methyl 16 mg sekarang sudah 4 mg saja, dan itu sebuah pencapaian besar sekali untuk saya, meski kadang suka flare karena kecapean atau stres berlebih. 




Resolusi lain, ingin bisa lebih hadir untuk anak dan suami, bukan hanya fisik yang membersamai, tetapi juga hati dan pikiran. Meskipun anak sudah remaja, ini masih dibutuhkan anak, bersama ibu yang hadir dengan hati dan pikirannya, bukan sekadar fisiknya saja. 

Another resolusi, nggak munafik, saya sebagai manusia masih butuh penghasilan, jadi doa dan harapan saya 2026 itu penghasilan makin banyak, dari blog dan media sosial, bukan sekadar dari gaji bulanan. Ingin juga punya usaha lain yang bisa dijadikan penghasilan ketika pensiun kelak. Dan punya tabungan untuk Neng Marwah kuliah. Ini progresnya belum kenceng sih, namun alhamdulillah selalu ada setiap bulan, mulai dari endorse sampai paid post selalu ada. 


Belajar ikhlas meski banyak yang belum tercapai

Saya belajar dari evaluasi tengah tahun ini bahwa tidak semua target harus tercapai persis sesuai jadwal yang kita buat. Percaya banget kalau Allah memberikan jalan lain yang lebih baik daripada rencana kita sendiri. Buat saya, bukan soal seberapa sempurna semua itu, melainkan seberapa jujur saya pada diri sendiri tentang usaha yang dilakukan. 

Saya pun belajar untuk nggak terlalu kerasa pada diri sendiri, santai saja. Ini kan perjalanan, bukan pelarian, betul? Semua orang punya ritme masing-masing. 




Buat teman - teman yang juga ingin mencoba melakukan evaluasi tengah tahun ini, ada beberapa tips sederhana dari saya, diantaranya : 

  • Buka lagi catatan atau jurnal awal tahun, baca perlahan dan resapi, jangan cepat-cepat menilai.
  • Kelompokkan berdasarkan kategori, misalnya tentang kesehatan, keluarga, keuangan, karier, atau hal lainnya supaya bisa lebih mudah dilihat progresnya masing-masing. 
  • Ceklis mana saja yang sudah tercapai, yang masih jalan, atau yang perlu direvisi.
  • Rayakan setiap progres yang sudah dilalui meskipun kecil.
  • Susun ulang prioritas di sisa waktu tahun ini, fokuskan ke hal yang lebih penting dan realistis untuk dikejar sampai akhir tahun. 



Gimana, resolusi tahun 2026 sudah sampai mana progresnya? Mari kita luangkan waktu sejenak untuk evaluasi diri, Masih ada waktu sampai akhir tahun untuk mengejar dan memperbaikinya. 

Sampai jumpa pada cerita selanjutnya, Semoga sisa tahun 2026 ini penuh berkah dan progres baik buat kita semua ya. 


Bandung, 01 Agustus 2026


Tian Lustiana 

Sabtu, 01 Agustus 2026

7 Cara Mengurangi Pegal Leher dan Punggung untuk Karyawan yang Duduk Seharian

7 Cara Mengurangi Pegal Leher dan Punggung untuk Karyawan yang Duduk Seharian

Tianlustiana.com - Bekerja di depan komputer selama berjam-jam sudah menjadi rutinitas bagi banyak karyawan. Sayangnya, kebiasaan duduk terlalu lama sering kali menyebabkan pegal pada leher, bahu, hingga punggung. Kondisi ini bukan hanya mengganggu kenyamanan, tetapi juga dapat menurunkan produktivitas jika dibiarkan terus-menerus.




Pegal yang muncul biasanya disebabkan oleh postur tubuh yang kurang baik, posisi monitor yang tidak sejajar dengan mata, hingga minimnya aktivitas fisik selama jam kerja. Kabar baiknya, keluhan tersebut dapat dikurangi melalui beberapa kebiasaan sederhana yang mudah diterapkan setiap hari. Di sisi lain, perusahaan juga memiliki peran dalam menjaga kesejahteraan karyawan, bukan hanya dengan menyediakan lingkungan kerja yang ergonomis, tetapi juga memberikan perlindungan jangka panjang, yakni asuransi jiwa sebagai bentuk kepedulian terhadap karyawan, terlepas dari apa pun risiko yang mungkin terjadi selama mereka bekerja maupun di luar pekerjaan.

Baca juga: Cara daftar asuransi jiwa

Berikut tujuh cara yang bisa Anda lakukan.

1. Perbaiki Posisi Duduk

Langkah pertama adalah memastikan posisi duduk sudah ergonomis. Duduklah dengan punggung menempel pada sandaran kursi, bahu rileks, dan kedua telapak kaki menyentuh lantai. Lutut sebaiknya membentuk sudut sekitar 90 derajat agar beban tubuh tersebar lebih merata.

Selain itu, hindari kebiasaan membungkuk saat mengetik atau membaca dokumen. Posisi duduk yang benar akan mengurangi tekanan pada tulang belakang serta membantu otot leher bekerja lebih ringan.

2. Atur Posisi Monitor dan Keyboard

Banyak orang tidak menyadari bahwa posisi monitor yang terlalu rendah membuat kepala terus menunduk. Lama-kelamaan, otot leher akan bekerja lebih keras sehingga memicu rasa pegal.

Idealnya, bagian atas layar monitor sejajar dengan tinggi mata. Sementara itu, keyboard dan mouse harus berada pada posisi yang memungkinkan siku membentuk sudut sekitar 90 derajat. Penyesuaian sederhana ini mampu mengurangi ketegangan pada leher, bahu, dan pergelangan tangan.

3. Lakukan Peregangan Setiap Satu Jam

Jangan menunggu tubuh terasa kaku baru bergerak. Biasakan melakukan peregangan ringan setiap 45–60 menit. Anda bisa memutar bahu, meregangkan leher ke kanan dan kiri, atau berdiri sambil meluruskan punggung selama beberapa menit.

Gerakan sederhana tersebut membantu melancarkan sirkulasi darah sekaligus mengurangi ketegangan otot akibat posisi yang statis terlalu lama.

4. Jangan Duduk Terus-Menerus

Meski pekerjaan menuntut fokus tinggi, usahakan untuk sesekali berdiri dari kursi. Misalnya, saat menerima telepon, mengambil air minum, atau berdiskusi langsung dengan rekan kerja. Banyak perusahaan juga memanfaatkan momen istirahat singkat atau kegiatan internal untuk membangun budaya kerja yang sehat, misalnya melalui kampanye wellness yang disertai pembagian mug promosi sebagai pengingat agar karyawan lebih rutin minum air putih sepanjang hari.

Aktivitas ringan seperti berjalan selama dua hingga lima menit sudah cukup membantu mengurangi tekanan pada tulang belakang. Kebiasaan kecil ini juga dapat meningkatkan energi dan konsentrasi selama bekerja.

5. Perkuat Otot Leher dan Punggung

Peregangan memang penting, tetapi memperkuat otot penyangga tubuh juga tidak kalah bermanfaat. Anda dapat melakukan latihan sederhana seperti plank, bird dog, bridge, atau latihan menggunakan resistance band beberapa kali dalam seminggu.

Otot inti (core) dan punggung yang lebih kuat akan membantu menjaga postur tubuh tetap stabil sehingga risiko pegal akibat duduk terlalu lama dapat berkurang.

6. Perhatikan Posisi Saat Menggunakan Laptop

Laptop memang praktis, tetapi penggunaannya dalam waktu lama sering membuat posisi tubuh kurang ideal. Banyak orang cenderung menundukkan kepala karena layar laptop berada lebih rendah dibandingkan dengan monitor desktop.

Jika memungkinkan, gunakan laptop stand atau penyangga agar layar lebih tinggi. Tambahkan keyboard dan mouse eksternal sehingga posisi mengetik menjadi lebih nyaman. Cara ini dapat membantu menjaga postur tubuh tetap ergonomis selama bekerja.

7. Penuhi Kebutuhan Cairan dan Kelola Stres

Kurang minum dan tingkat stres yang tinggi juga dapat memperparah ketegangan otot. Karena itu, pastikan kebutuhan cairan harian tetap terpenuhi. Tubuh yang terhidrasi dengan baik membantu menjaga fungsi otot agar tetap optimal.

Di sisi lain, jangan abaikan kesehatan mental. Ketika stres meningkat, otot leher dan bahu cenderung menegang tanpa disadari. Luangkan waktu beberapa menit untuk melakukan teknik pernapasan, berjalan sejenak, atau mendengarkan musik yang menenangkan agar tubuh kembali rileks.

Kapan Pegal Perlu Diwaspadai?

Sebagian besar pegal akibat duduk terlalu lama akan membaik setelah beristirahat atau melakukan peregangan. Namun, Anda sebaiknya segera berkonsultasi dengan tenaga medis apabila rasa nyeri berlangsung selama beberapa hari, semakin berat, disertai kesemutan, mati rasa, atau kelemahan pada tangan maupun kaki.

Pemeriksaan sejak dini penting untuk memastikan apakah keluhan tersebut hanya disebabkan oleh kelelahan otot atau berkaitan dengan gangguan lain pada tulang belakang maupun saraf.

Pegal pada leher dan punggung bukanlah konsekuensi yang harus diterima begitu saja oleh karyawan yang bekerja di depan komputer. Dengan memperbaiki postur duduk, mengatur posisi perangkat kerja, rutin melakukan peregangan, hingga melatih kekuatan otot, keluhan tersebut dapat diminimalkan.

Perubahan kecil yang dilakukan secara konsisten sering kali memberikan hasil yang lebih baik dibandingkan dengan menunggu rasa nyeri muncul. Mulailah menerapkan kebiasaan-kebiasaan sederhana tersebut agar tubuh tetap nyaman, produktivitas terjaga, dan kualitas hidup selama bekerja pun menjadi lebih baik.



Sampai jumpa lagi pada postingan selanjutnya,


Tian Lustiana